Bicara anak, adalah amanat dari Allah SWT sebagai titipan yang harus dijaga, dididik, dibimbing agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa dan sholeh/sholehah. Mendidik anak yang penurut, tidak banyak tingkah dan selalu dapat dibanggakan adalah harapan setiap orangtua. Tapi bagaimana bila anak tersebut menderita satu kelainan seperti hyperaktiv, autis ADHD dsb. Apakah diperlukan seorang Psikolog untuk anak????
Tulisan ini saya ambil dari sebuah buku yang berjudul "ALHAMDULILLAH ANAKKU NAKAL" tulisan Mftahul Jinan..
KENAKALAN ANAK SEBUAH PARADIGMA YANG SALAH DARI ORANG TUA
Kalo kita menemui atau melihat seorang anak yang dikategorikan nakal, apakah anak tersebut memang anak-anak nakal? Apakah dengan perilaku tersebut, mereka sudah dapat dilabeli dengan anak nakal? Apakah tidak ada peran bagi orang tua terhadap munculnya perilaku-perilaku tersebut?
Bagi anaknya yang bermain terus dan sulit disuruh belajar.
bermain adalah hadiah alam yang berharga untuk putra-putri kita. Ia merupakan 'alat canggih' yang memungkinkan seorang anak untuk masuk dalam sebuah kegiatan yang paling serius, penting dan paling mengundang minat.
mari kita mencoba untuk mengingat kembali saat-saat kita bermain bersama teman2 di sekolah dasar. apakah kita kita merindukan masa-masa itu? mengapa? jenis permainan yang kita mainkan? apakah yang kita pelajari dari permainan itu? apakah saat itu kita menunggu datangya waktu bermain? apakah saat ini kita masih mendambakan untuk bermain kembali?
kegiatan bermain dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus, koordinasi serta meningkatkan perkembangan semua indera, dengan bermain anak dapat melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya, seperti warna, bentuk, ukuran, tekstur dan jenis obyek. saat bermain anak melatih dirinya untuk memcahkan masalah karena ia menggunakan seluruh daya pikir dan imajinasina.
sekarang, masihkah kita menganggap anak kita yang bermain terus dan sulit disuruh belajar sebagai anak nakal?
Bagi anak yang suka menggoda dan berbuat usil terhadap kakak dan adiknya.
tidak ada anak yang mampu menangkap situasi dan kondisi untuk membuat oarang lainmerasa terganggu dan tersulut emosinya kecuali anak tersebut adalah cerdas dan penuh kreatifitas. ia cermat menangkap moment untuk kemudian ia melakukan reaksi terhadap meomint yang ia dapatkan. ia cerdik meilih reaksi yang tepat dari moment yang ia tangkap sehingga orang lain tersulut emosinya.
bagi orang tua, yang perlu dilakukan hanyalah mengarahkan energi kecerdasan dan kreatifitas mereka kepada aktifitas-aktifitas yang lebih bermanfaat dan berdaya guna, tanpa menggunakan kekerasan dan paksaan.
berbahagialah mempunyai anak yang suka menggoda dan berbuat usil terhadap saudaranya, karena ini adalah energi positif yang tidak dimiliki setiap anak. yang terpenting adalah bersiaplah untuk mengarahkan segala godaan dan keusilan mereka pada kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar